TOEFL dan IELTS sama-sama bertujuan mengukur kemampuan seseorang hidup dan produktif di lingkungan berbahasa Inggris. Penyelenggaranya berbeda. TOEFL diselenggarakan oleh ETS (berbasis di Amerika), sedangkan IELTS diselenggarakan oleh British Council bekerja sama dengan Cambridge. Skor sama-sama berlaku selama dua tahun.

Format TOEFL telah berubah beberapa kali, sedangkan IELTS relatif stabil.

Jenis-jenis TOEFL, komponen, dan rentang nilai:
– Paper-based Test (PBT): listening, structure & written expression, reading comprehension (310 – 677)
– Computer-based Test (CBT): listening, reading comprehension, writing (0 – 300)
– Internet-based Test (iBT): listening, reading, writing, speaking (0 – 120)

Tabel konversi skor dapat dilihat di:

http://www.ets.org/Media/Tests/TOEFL/pdf/TOEFL_iBT_Score_Comparison_Tables.pdf

ITP adalah latihan untuk TOEFL dengan soal-soal yang diambil dari soal-soal TOEFL yang telah dipakai. UP Bahasa IPB menyelenggarakan ITP.

IELTS: listening, reading, writing, speaking (0 – 9)

Hubungan skor TOEFL iBT dan IELTS dapat dilihat di:

http://www.ets.org/s/toefl/pdf/linking_toefl_ibt_scores_to_ielts_scores.pdf

Pendekatan TOEFL lebih “otomatis” karena TOEFL didominasi soal pilihan ganda, sedangkan IELTS menuntut kita untuk menuliskan jawaban (“manual”). Kita boleh kok pakai gaya American English untuk menulis jawaban IELTS (misalnya mengeja “honor”, bukan “honour”) asalkan konsisten. Speaking-nya pun di TOEFL berbasis rekaman, sedangkan di IELTS berbentuk wawancara.

Sulit atau mudah relatif. Pilih sesuai kebutuhan saja.

kutipan : Ahmad Ridha SKom, MS.